STOP COMPARING, START APPRECIATING
Tak dapat disangkal bahwa kita hidup di dunia yang penuh aktivitas pembandingan. Sebelum membeli sesuatu kita pasti membandingkannya. Mulai dari menu makanan, pilihan baju dan aksesoris, smartphone, mobil, rumah, dan semua barang lainnya. Kita pun membanding-bandingkan kualitas sekolah/ universitas, tempat-tempat rekreasi, pasar tempat kita belanja, bahkan gereja/ tempat ibadah ataupun pasangan hidup yang terbaik buat kita. Jika direnungkan lebih jauh, aktivitas pembandingan itu selalu berdasar pada dua hal, yakni harga ( price) dan nilai/ value (kualitas maupun kuantitas). Dengan membandingkan kita mengetahui mana yang lebih baik di antara dua atau banyak alternatif. Dengan membandingkan pada akhirnya kita akan dapat menentukan pilihan mana yang akan kita rangkul menjadi bagian dari kehidupan kita. Bisa dibayangkan betapa membosankannya hidup ini jika semua hal sama dan seragam. Dalam hal ini perbandingan membuat hidup menjadi penuh warna d...